• MIPa Bojonegoro, Madrasah Legendaris di Kota Bojonegoro

    MIPa Bojonegoro, Madrasah Legendaris di Kota Bojonegoro

    MI Al Hidayah Pacul Bojonegoro, yang lebih populer dengan MI Pacul (MIPa), merupakan madrasah melegenda di wilayah Kota. MIPa berdiri sejak 1968 M, dan terus berinovasi hingga hari ini. Pada tahun 2024 ini, MI Pacul (MIPa) Bojonegoro telah berusia 56 tahun. Usia yang sangat matang dalam menjalani tugas pencerahan. Setengah abad lebih berdedikasi di Kota…

  • Dialektika dan Komunikasi ala Mas Wahono

    Dialektika dan Komunikasi ala Mas Wahono

    “Saya berhutang budi pada orang tua dan guru, di tiap langkah hidup saya” (Alexander The Great). Kutipan pemimpin besar sepanjang masa, Alexander The Great (356 SM – 323 SM) di atas, barangkali mampu sedikit menggambarkan figur Mas Wahono. Di mana, orang tua dan guru menjadi dua entitas paling berpengaruh dalam proses hidup yang dia jalani…

  • Perahu Al Barzanji, Tradisi Berjanjen Masyarakat Padangan

    Perahu Al Barzanji, Tradisi Berjanjen Masyarakat Padangan

    Tradisi pembacaan Maulid Al Barzanji (Berjanjen) sangat populer di seluruh Nusantara. Di Padangan Bojonegoro, tradisi ini pernah dikenal dengan istilah Berjanjen Perahu — subkultur identik laku hidup masyarakat Bengawan. Tradisi Berjanjen sangat khas masyarakat muslim di Nusantara. Tradisi Berjanjen adalah pembacaan kitab Maulid al Barzanji secara bersama-sama. Sementara kitab Maulid al Barzanji, merupakan kitab biografi…

  • Adik Mensesneg Cetak Kemenangan, Manajemen Persibo Senang

    Adik Mensesneg Cetak Kemenangan, Manajemen Persibo Senang

    Sepak bola selalu jadi kendaraan empuk bagi politisi. Sebab, mampu menarik ribuan massa. Wanur FC buktinya.  Jumat (23/8) sore, permainan sepak bola terlihat agak berbeda. Pertandingan antar kampung di Desa Ngumpakdalem Bojonegoro, Jawa Timur,  tidak ditonton ribuan massa. Namun, animo masyarakat untuk menonton sepak bola antar kampung ini cukup meyakinkan adik kandung Menteri Sekretaris Negara,…

  • Waliyullah yang Mengetahui Siapa Istrinya di Surga

    Waliyullah yang Mengetahui Siapa Istrinya di Surga

    Kisah tentang perempuan yang ridha atas semua takdir yang dia terima.  Al-Rabi’ bin Khutsaim al Kufi (w.62 H), merupakan aulia tabi’in dan perawi hadis yang amat zuhud. Beliau adalah santri kinasih Ibn Mas’ud. Al-Rabi’ termasuk 8 tabi’in yang mencapai puncak zuhud. Syahdan suatu malam, Al-Rabi’ bermimpi, seseorang datang menemuinya dan berkata: “Si Fulanah itu, kelak…

  • Limolasan: Ngloram Sebagai Gerbang Peradaban

    Limolasan: Ngloram Sebagai Gerbang Peradaban

    Lantunan Barzanji bergema dalam balutan hangat cahaya bulan. Puluhan peserta terlihat khusyuk penuh keakraban.  Suasana itu, tergambar dalam agenda Majelis Limolasan di Desa Ngloram, Cepu, Blora pada (20 Agustus 2024). Acara digelar di halaman depan makam Sunan Ngudung Ngloram itu, diadakan oleh Komunitas Bumi Budaya. Komunitas masyarakat sipil yang fokus melakukan riset, kajian, dan penelitian…

  • Kelas Unggulan: Gabungan Teater dan Stand Up Comedy

    Kelas Unggulan: Gabungan Teater dan Stand Up Comedy

    Sagiwon Teater dan Stand Up Indo Bojonegoro, dua komunitas kreatif asal Bojonegoro, tahun ini berkolaborasi untuk menghadirkan pertunjukan inovatif berjudul “Kelas Unggulan”. Menggabungkan seni teater dan stand-up comedy, pertunjukan ini menawarkan pengalaman interaktif yang belum pernah ada sebelumnya. Berbeda dari format tradisional, Kelas Unggulan menghapus batasan antara penonton dan pemain, menjadikan setiap penonton bagian tak…

  • Kisah Mbah Ho Padangan Menyepuh Senjata Para Pejuang Kemerdekaan

    Kisah Mbah Ho Padangan Menyepuh Senjata Para Pejuang Kemerdekaan

    Dalam masa Pertempuran Surabaya  November 1945, nama Mbah Ho Padangan masyhur sebagai Kiai Penyepuh Senjata sekaligus pembina para Pejuang Kemerdekaan. Terdapat adagium terkenal dalam tema perjuangan kemerdekaan di Bojonegoro. Bunyinya: “Pedang ojo digowo sedurunge disuwuk Mbah Ho” — Pedang jangan dibawa (ke medan tempur) sebelum didongani Mbah Ho. Para sesepuh di wilayah Kauman Kota Bojonegoro,…

  • Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Hakekat Lomba Agustusan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Lomba Agustusan menunjukan pada kita bahwa hasil tak selalu menjadi penentuan,  menang kalah dari pertarungan. Dari bermacam literatur, tradisi lomba Agustusan mulai marak pada 1950-an, beberapa tahun pasca proklamasi kemerdekaan. Waktu itu, rakjat Indonesia masih kental terbawa dampak euforia bebas dari dekap penjajahan. Tentunya, sangat bahagia. Merasakan kemerdekaan ibarat jatuh cinta. Lalu, cintanya direstui calon…

  • Mas Wahono, Pijar Cahaya untuk Bojonegoro

    Mas Wahono, Pijar Cahaya untuk Bojonegoro

    Nama Setyo Wahono cukup populer selama tiga tahun belakangan. Namun, belum banyak yang tahu jika sosok “Pemuda Desa” itu memiliki kisah motivasional dalam menapaki jalan profesional. Pria yang akrab disapa Mas Wahono itu, lahir di Desa Dolokgede, Tambakrejo, Bojonegoro pada 8 Mei 1972. Sebuah desa di pedalaman Bojonegoro Barat yang berdampingan hutan jati Perhutani. Desa…

Design a site like this with WordPress.com
Get started