Category: Uncategorized
-
Perubahan Nama-nama Kota Terkenal di Jawa

Kota-kota besar di Pulau Jawa pernah mengubah nama. Tercatat sejak abad 19 M, banyak nama kota besar mengalami perubahan. Setelah Mataram Islam terpecah pada tahun 1755, Pangeran Mangkubumi menetap di Gerjatawati, sebuah tempat suci yang sebelumnya tempat singgah Sunan. Sunan Mangkurat telah membangun sebuah istana peristirahatan di sini bernama Ayogya. Jogjakarta kemudian mulai dibangun di…
-
Inilah Perbedaan Adagium Hukum antara Ignorantia Facti Excusat dan Ignoria Juris Non Excusat

Perbandingan Implementasi Adagium Hukum antara Ignorantia Facti Excusat dan Ignorantia Juris Non Excusat, dalam Konteks Hukum Positif dan Hukum Islam. Dalam bahasa Indonesia, kita telah mengenal suatu istilah yang sering disebut dengan antonim. Antonim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain atau biasa disebut juga dengan perlawanan kata atau…
-
Menumpuk Buku, Sebuah Seni Membiasakan Baca dan Memunculkan Ide Menulis

Bicara seni mengalirkan ide menulis dan membiasakan membaca, ternyata tumpukan buku yang berada di depan laptop bisa menjadi sarana untuk mewujudkan hal itu. Aktifitas menumpuk buku, hasil koleksi yang kita beli semakin jarang ditemui. Bagi akademisi -dosen di PT- hal itu lumrah dilakukan. Bahkan, menjadi tanda tanya besar manakala ada akademisi, tetapi di rumahnya sunyi…
-
Porsadin Bojonegoro: Ajang Motivasi Santri Diniyah agar Siap Berkompetisi

Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah Takmiliyah (Porsadin) Bojonegoro ke-6 diselenggarakan di lingkungan Ponpes Al Hadi Padangan (4/8/2024). Sebagai bentuk perhatian pemerintah pada Madrasah Diniyah (Madin), Porsadin juga jadi ajang motivasi agar santri siap berkompetisi. Porsadin Bojonegoro merupakan rangkaian agenda DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Bojonegoro, yang telah diselenggarakan sebanyak 6 kali. Pada penyelenggaraan…
-
Makna Kunjungan Syekh Al-Azhar ke Indonesia

Hubungan antara manusia dengan yang lainya akan memunculkan tanda, yang darinya akan nampak makna serta keterkaitanya dengan peradaban manusia. Kunjungan Syekh Al-Azhar Ahamad Al Tayeb pada 8-11 juli 2024 menjadi simbol makna yang penting bagi umat muslim di Indonesia. Di antaranya Al-Azhar menjadi salah satu barometer paradigma keilmuan global sehingga lawatan syekh Al azhar ke…
-
FTBM Bojonegoro Luncurkan Gerakan Merdeka Literasi

Festival Merdeka Literasi 2024 diselenggarakan Forum Taman Baca Masyatakat (FTBM) Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka. Festival literasi yang dipusatkan di area Kendalisada Creative Corner (KCC), Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas dengan tema Menguatkan Gerakan Literasi Masyarakat. Digelar selama 4 hari kedepan, Festival Literasi ini diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan yang ddiharapkan dapat memunculkan komitmen bersama untuk mencanangkan…
-
Beda Sayyid dan Habib Menurut KH Agus Sunyoto

Sayyid dan Habib merupakan dua entitas berbeda. Sayyid berasal dari Hijaz dan Maroko, sementara Habib berasal dari Yaman. Berikut penjelasan ilmiah terkait kronologi dan momen kedatangan mereka ke Nusantara. KH Agus Sunyoto, sejarawan NU dan penulis Atlas Wali Songo menyebut, Islam masuk ke Nusantara sejak abad 7 M, di era Kerajaan Kalingga. Namun sifatnya masih…
-
Keseruan Nelayan Pantura Lomba Menyambal dan Olah Hasil Laut Bernilai Jual Tinggi

Puluhan nelayan di wilayah Tuban dan Lamongan berkompetisi membuat sambal. Ada sambal rajungan, sambal teri, sambal tongkol, ada juga sambal cumi. Tak ada yang mau kalah, semua peserta mengeluarkan resep rahasia daerah masing-masing. “Kami cari cara agar sambal ini bisa membuat orang ketagihan,” ucap Mugi, Ketua Rukun Nelayan Brondong, Lamongan di tengah-tengah lomba pada Selasa…
-
Warkop, Manifesto Ruang Produktif Bersosialisasi

Hadirnya warung kopi (warkop), baik di desa maupun kota, selain menggeliatkan tumbuh suburnya sektor ekonomi, ternyata menjadi ruang produktif bersosialisasi. Bahkan jadi ruang untuk belajar mengenal dan menghayati kekhasan orang lain. Kok bisa? Saya, panjenengan, yang terbiasa marung (istilah Jawa bagi orang yang suka ke warung) tentu merasakan betul bagaimana sosialisasi antar sesama terbangun dari…
-
Lembah Ratunegoro, Simpul Brahmana Njipangan

Sejak zaman Kadewan hingga Islam; Blora, Tuban, dan Bojonegoro; merupakan Lembah Ratunegoro. Kawah energi pewaris semangat Airlangga, Wisnuwardhana, dan Hayam Wuruk. Serta pembawa spirit toleransi Mbah Jimatdil Kubro, Mbah Ngudung, dan Mbah Mbonang. Berabad-abad silam, para Brahmana pernah menyatukan Blora (selatan), Bojonegoro, dan Tuban (selatan) sebagai serumpun masyarakat Njipangan. Rumpun masyarakat penjaga Pegunungan Kendeng dan…