Catatan Mengaji di Benua Eropa (4)

Catatan kluyuran seorang santri dan istri ke Turki, Belanda, dan Belgia.  “PAYUNGIpun sampun cumepak, Diajeng? Payungnya sudah siap, Neng?” Demikian tanya saya kepada istri, di dalam sebuah kamar “C Hotel”, Amsterdam. Pagi itu. Dengan bahasa Jawa halus. “Sampun, ndoro. Sudah, tuan besar,” jawab istri yang faham, ketika saya menggunakan bahasa Jawa halus, seperti kosa kata […]

The post Catatan Mengaji di Benua Eropa (4) appeared first on Jurnaba.
https://ouo.io/3zklYhc

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started